Kisah Inspiratif di Balik Terciptanya Rumah Makan Sederhana

Ketika mendengar rumah makan Padang, apa yang terpikir di benak Anda? Makanan khas Padang yang pedas dan penuh dengan rempah-rempah? Sebagian mungkin berpikir demikian. Tapi, tahukah Anda bagaimana rumah makan tersebut bisa tercipta? Salah satunya adalah Bustaman, pencetus Rumah Makan Sederhana yang patut terima asuransi wakaf Allianz.

Berawal dari Perseteruan antara Etnis Minang dan Para Preman

Salah satu hal yang melatar belakangi berdirinya Rumah Makan Sederhana yang sampai saat ini masih berdiri adalah peristiwa perseteruan antara etnis Minang dan preman setempat yang terjadi pada tahun 1975. Banyak pedagang yang memutuskan untuk menyelamatkan diri termasuk Bustaman dan keluarga.

Ia dan keluarga memutuskan untuk pindah ke wilayah Pejompongan karena di daerah asal, hidupnya terancam. Di tempat tinggal baru, Bustaman tetap membuka warung rokok selama 24 jam dan hanya mendapatkan penghasilan Rp8.000,- sehari. Kondisi ini tentunya membuatnya berpikir untuk mencari tambahan penghasilan.

Ia memutuskan untuk memulai berjualan makanan dan kemudian ia menyewa lapak kecil yang dibanderol dengan harga Rp3.000,- saat itu. Di hari jualan pertama, ia hanya memperoleh omset Rp425,- saja. Padahal, modal yang dikeluarkannya mencapai Rp13.000,-. Untuk memenuhi kebutuhan produksi, Bustaman harus berhutang.

Kisah Inspiratif di Balik Terciptanya Rumah Makan Sederhana

Sayangnya, niatnya mendapat hambatan dari karyawan curang yang dimilikinya. Seluruh modal Bustaman dicuri karyawan. Namun, hal itu tak membuatnya putus asa dan terus menjalankan usaha kecilnya. Pada akhirnya, ia bertemu dengan seorang rekan dari Sumatera Barat yang berjualan makanan tak jauh dari tempatnya.

Dari orang itu, ia meminta resep dan dari resep itulah warung kecil Bustaman akhirnya mulai kedatangan banyak pembeli. Namun, cobaan kembali datang dengan adanya penertiban pedagang kaki lima oleh Satpol PP dan ia termasuk ke dalamnya. Sekali lagi, hal itu tak menyurutkan keinginan Bustaman.

Ia menyewa sebuah lapak yang dianjurkan pemerintah dengan harga yang cukup terjangkau. Cobaan kembali datang dari pihak keluarga yang menginginkan lapaknya karena di awal membuka usaha, Bustaman meminjam uang darinya. Bustaman mengalah. Namun, nasib memang tak pernah bohong. Usaha keras pun tak pernah mengkhianati.

Warung Bustaman tetap laku meski telah pindah tempat. Sekali lagi, Bustaman harus mengalami cobaan dengan terbakarnya tempat tinggalnya. Ia tak bisa menyelamatkan apapun kecuali keluarga dan gerobak jualannya. Setelah itu, akhirnya ia menyewa kios dan mulai saat itu, ia bisa menikmati hasil jerih payahnya dengan baik.

Bukan hanya untuk dirinya saja, Bustaman juga memberikan banyak pengaruh pada orang sekitarnya mengenai yang namanya perjuangan dan pengorbanan. Semua yang ia lakukan selama ini bukan tanpa hasil. Ada hasil yang ia raih meski jalan yang harus ia tempuh tak selalu mulus. Itu bisa jadi pelajaran bagi semua orang yang berniat memulai usaha.

Asuransi Allianz Wakaf

Asuransi Allianz wakaf sangat tepat diberikan untuk mereka yang memberikan inspirasi banyak orang dan mereka termasuk tokoh sederhana. Dari asuransi ini, si penerima bisa mendapat banyak perlindungan seperti perlindungan asuransi jiwa dasar, perlindungan penyakit kritis, cacat tetap total, asuransi jiwa dan cacat tetap akibat kecelakaan dan lainnya.

Jadi, pantas bila sosok menginspirasi dan tak kenal lelah seperti Pak Bustaman menerima anugerah asuransi wakaf dari Allianz. Beliau sudah menjalani perjalanan hidup dan bisnis yang jatuh bangun dari awal. Kisah hidupnya membuat orang banyak terinspirasi dan berniat mengambil jalan yang sama dengannya. Meski tentu saja cobaan yang dihadapi akan beda.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *